Feses dan urin merupakan sumber infeksi,
sedangkan di dalam tubuh, virus dapat ditemukan pada darah, empedu, dan
sekret nasofaring. Infeksi hepatitis a menular dari satu orang ke orang
lain melalui makanan dan minuman. Penyakit ini biasanya banyak dijumpai
di daerah-daerah di mana sanitasi dan higiene kurang baik. Dan yang
paling rentan terkena penyakit ini adalah bayi dan anak-anak, karena
daya tahan tubuh mereka masih lemah apalagi jika kebutuhan gizinya tidak
terpenuhi. Hal ini diperparah dengan pengetahuan yang kurang dari orang
tua tentang kesehatan bayi dan anak.
Gejala awal dari penyakit hepatitis a
ini adalah demam, nyeri kepala, lemah, anoreksia, mual, muntah,
kadang-kadang disertai sembelit atau diare, nyeri pada perut kanan atas
atau saluran nafas atas, warna feses dan urin menjadi lebih gelap. Pada
stadium lanjut, ikterus atau kuning mulai tampak pada sklera kemudian
menyebar ke seluruh tubuh tergantung dari imunitas anak dan virulensi
virus. Hati tampak membesar tetapi suhu tubuh mulai menurun dan keluhan
lain berkurang. Biasanya kesehatan bayi mulai membaik setelah satu bulan
dan sembuh total di akhir bulan kedua, walau ada beberapa bayi yang
masih mengalami kelainan fungsi hati pada waktu tersebut.
Untuk mengurangi mewabahnya penyakit ini terutama pada bayi dan anak-anak maka pemerintah menggalakkan imunisasi bayi
untuk kesehatan bayi. Imunisasi berasal dari kata imun yang artinya
adalah resisten atau kebal. Sedangkan secara medis arti imunisasi adalah
memasukkan kuman tertentu yang telah dilemahkan ke dalam tubuh
seseorang supaya tubuh orang tersebut membentuk antibodi yang dapat
melawan jika suatu saat kuman tersebut menginfeksinya. Jadi imunisasi
hepatitis a ini berarti memasukkan virus hepatitis a yang sudah
dilemahkan ke dalam tubuh bayi supaya tubuh bayi membentuk antibodi.
Dengan demikian diharapkan jika kelak anak ini terinfeksi virus
hepatitis a, tubuhnya yang telah memiliki antibodi hepatitis a dapat
melawan virus tersebut. Berdasarkan jadwal imunisasi
bayi yang dibuat oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), imunisasi
hepatitis a diberikan ketika anak telah berusia lebih dari 2 tahun dan
dilakukan 2 kali dengan interval 6-12 bulan. Selain imunisasi, salah
satu hal penting yang harus dilakukan oleh masyarakat supaya tidak
terjangkit penyakit ini adalah menjaga higiene dan sanitasi makanan,
badan, pakaian, dan lingkungan.
Hepatitis virus adalah radang pada liver
atau hati yang disebabkan oleh virus. Ada 4 macam jenis virus hepatitis
yaitu virus A yang menyebabkan penyakit hepatitis a,
Virus B yang menyebabkan hepatitis b, virus non A dan non B yang biasa
dijumpai pada pasien pascatranfusi seperti virus C dan D. Penyakit
hepatitis a dikenal juga dengan hepatitis infeksioa, penyakit ini
terdapat di seluruh dunia. Cara infeksinya melalui makanan yang sudah
tercemar virus hepatitis a, misalnya lalat yang hinggap di kotoran atau
urin kemudian hinggap di makanan.
Feses dan urin merupakan sumber infeksi,
sedangkan di dalam tubuh, virus dapat ditemukan pada darah, empedu, dan
sekret nasofaring. Infeksi hepatitis a menular dari satu orang ke orang
lain melalui makanan dan minuman. Penyakit ini biasanya banyak dijumpai
di daerah-daerah di mana sanitasi dan higiene kurang baik. Dan yang
paling rentan terkena penyakit ini adalah bayi dan anak-anak, karena
daya tahan tubuh mereka masih lemah apalagi jika kebutuhan gizinya tidak
terpenuhi. Hal ini diperparah dengan pengetahuan yang kurang dari orang
tua tentang kesehatan bayi dan anak.
Gejala awal dari penyakit hepatitis a
ini adalah demam, nyeri kepala, lemah, anoreksia, mual, muntah,
kadang-kadang disertai sembelit atau diare, nyeri pada perut kanan atas
atau saluran nafas atas, warna feses dan urin menjadi lebih gelap. Pada
stadium lanjut, ikterus atau kuning mulai tampak pada sklera kemudian
menyebar ke seluruh tubuh tergantung dari imunitas anak dan virulensi
virus. Hati tampak membesar tetapi suhu tubuh mulai menurun dan keluhan
lain berkurang. Biasanya kesehatan bayi mulai membaik setelah satu bulan
dan sembuh total di akhir bulan kedua, walau ada beberapa bayi yang
masih mengalami kelainan fungsi hati pada waktu tersebut.
Untuk mengurangi mewabahnya penyakit ini terutama pada bayi dan anak-anak maka pemerintah menggalakkan imunisasi bayi
untuk kesehatan bayi. Imunisasi berasal dari kata imun yang artinya
adalah resisten atau kebal. Sedangkan secara medis arti imunisasi adalah
memasukkan kuman tertentu yang telah dilemahkan ke dalam tubuh
seseorang supaya tubuh orang tersebut membentuk antibodi yang dapat
melawan jika suatu saat kuman tersebut menginfeksinya. Jadi imunisasi
hepatitis a ini berarti memasukkan virus hepatitis a yang sudah
dilemahkan ke dalam tubuh bayi supaya tubuh bayi membentuk antibodi.
Dengan demikian diharapkan jika kelak anak ini terinfeksi virus
hepatitis a, tubuhnya yang telah memiliki antibodi hepatitis a dapat
melawan virus tersebut. Berdasarkan jadwal imunisasi
bayi yang dibuat oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), imunisasi
hepatitis a diberikan ketika anak telah berusia lebih dari 2 tahun dan
dilakukan 2 kali dengan interval 6-12 bulan. Selain imunisasi, salah
satu hal penting yang harus dilakukan oleh masyarakat supaya tidak
terjangkit penyakit ini adalah menjaga higiene dan sanitasi makanan,
badan, pakaian, dan lingkungan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar