Senin, 01 Oktober 2012

Imunisasi Hepatitis


hepatitis aHepatitis virus adalah radang pada liver atau hati yang disebabkan oleh virus. Ada 4 macam jenis virus hepatitis yaitu virus A yang menyebabkan penyakit hepatitis a, Virus B yang menyebabkan hepatitis b, virus non A dan non B yang biasa dijumpai pada pasien pascatranfusi seperti virus C dan D. Penyakit hepatitis a dikenal juga dengan hepatitis infeksioa, penyakit ini terdapat di seluruh dunia. Cara infeksinya melalui makanan yang sudah tercemar virus hepatitis a, misalnya lalat yang hinggap di kotoran atau urin kemudian hinggap di makanan.
Feses dan urin merupakan sumber infeksi, sedangkan di dalam tubuh, virus dapat ditemukan pada darah, empedu, dan sekret nasofaring. Infeksi hepatitis a menular dari satu orang ke orang lain melalui makanan dan minuman. Penyakit ini biasanya banyak dijumpai di daerah-daerah di mana sanitasi dan higiene kurang baik. Dan yang paling rentan terkena penyakit ini adalah bayi dan anak-anak, karena daya tahan tubuh mereka masih lemah apalagi jika kebutuhan gizinya tidak terpenuhi. Hal ini diperparah dengan pengetahuan yang kurang dari orang tua tentang kesehatan bayi dan anak.
Gejala awal dari penyakit hepatitis a ini adalah demam, nyeri kepala, lemah, anoreksia, mual, muntah, kadang-kadang disertai sembelit atau diare, nyeri pada perut kanan atas atau saluran nafas atas, warna feses dan urin menjadi lebih gelap. Pada stadium lanjut, ikterus atau kuning mulai tampak pada sklera kemudian menyebar ke seluruh tubuh tergantung dari imunitas anak dan virulensi virus. Hati tampak membesar tetapi suhu tubuh mulai menurun dan keluhan lain berkurang. Biasanya kesehatan bayi mulai membaik setelah satu bulan dan sembuh total di akhir bulan kedua, walau ada beberapa bayi yang masih mengalami kelainan fungsi hati pada waktu tersebut.
Untuk mengurangi mewabahnya penyakit ini terutama pada bayi dan anak-anak maka pemerintah menggalakkan imunisasi bayi untuk kesehatan bayi. Imunisasi berasal dari kata imun yang artinya adalah resisten atau kebal. Sedangkan secara medis arti imunisasi adalah memasukkan kuman tertentu yang telah dilemahkan ke dalam tubuh seseorang supaya tubuh orang tersebut membentuk antibodi yang dapat melawan jika suatu saat kuman tersebut menginfeksinya. Jadi imunisasi hepatitis a ini berarti memasukkan virus hepatitis a yang sudah dilemahkan ke dalam tubuh bayi supaya tubuh bayi membentuk antibodi. Dengan demikian diharapkan jika kelak anak ini terinfeksi virus hepatitis a, tubuhnya yang telah memiliki antibodi hepatitis a dapat melawan virus tersebut. Berdasarkan jadwal imunisasi bayi yang dibuat oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), imunisasi hepatitis a diberikan ketika anak telah berusia lebih dari 2 tahun dan dilakukan 2 kali dengan interval 6-12 bulan. Selain imunisasi, salah satu hal penting yang harus dilakukan oleh masyarakat supaya tidak terjangkit penyakit ini adalah menjaga higiene dan sanitasi makanan, badan, pakaian, dan lingkungan.
Hepatitis virus adalah radang pada liver atau hati yang disebabkan oleh virus. Ada 4 macam jenis virus hepatitis yaitu virus A yang menyebabkan penyakit hepatitis a, Virus B yang menyebabkan hepatitis b, virus non A dan non B yang biasa dijumpai pada pasien pascatranfusi seperti virus C dan D. Penyakit hepatitis a dikenal juga dengan hepatitis infeksioa, penyakit ini terdapat di seluruh dunia. Cara infeksinya melalui makanan yang sudah tercemar virus hepatitis a, misalnya lalat yang hinggap di kotoran atau urin kemudian hinggap di makanan.
Feses dan urin merupakan sumber infeksi, sedangkan di dalam tubuh, virus dapat ditemukan pada darah, empedu, dan sekret nasofaring. Infeksi hepatitis a menular dari satu orang ke orang lain melalui makanan dan minuman. Penyakit ini biasanya banyak dijumpai di daerah-daerah di mana sanitasi dan higiene kurang baik. Dan yang paling rentan terkena penyakit ini adalah bayi dan anak-anak, karena daya tahan tubuh mereka masih lemah apalagi jika kebutuhan gizinya tidak terpenuhi. Hal ini diperparah dengan pengetahuan yang kurang dari orang tua tentang kesehatan bayi dan anak.
Gejala awal dari penyakit hepatitis a ini adalah demam, nyeri kepala, lemah, anoreksia, mual, muntah, kadang-kadang disertai sembelit atau diare, nyeri pada perut kanan atas atau saluran nafas atas, warna feses dan urin menjadi lebih gelap. Pada stadium lanjut, ikterus atau kuning mulai tampak pada sklera kemudian menyebar ke seluruh tubuh tergantung dari imunitas anak dan virulensi virus. Hati tampak membesar tetapi suhu tubuh mulai menurun dan keluhan lain berkurang. Biasanya kesehatan bayi mulai membaik setelah satu bulan dan sembuh total di akhir bulan kedua, walau ada beberapa bayi yang masih mengalami kelainan fungsi hati pada waktu tersebut.
Untuk mengurangi mewabahnya penyakit ini terutama pada bayi dan anak-anak maka pemerintah menggalakkan imunisasi bayi untuk kesehatan bayi. Imunisasi berasal dari kata imun yang artinya adalah resisten atau kebal. Sedangkan secara medis arti imunisasi adalah memasukkan kuman tertentu yang telah dilemahkan ke dalam tubuh seseorang supaya tubuh orang tersebut membentuk antibodi yang dapat melawan jika suatu saat kuman tersebut menginfeksinya. Jadi imunisasi hepatitis a ini berarti memasukkan virus hepatitis a yang sudah dilemahkan ke dalam tubuh bayi supaya tubuh bayi membentuk antibodi. Dengan demikian diharapkan jika kelak anak ini terinfeksi virus hepatitis a, tubuhnya yang telah memiliki antibodi hepatitis a dapat melawan virus tersebut. Berdasarkan jadwal imunisasi bayi yang dibuat oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), imunisasi hepatitis a diberikan ketika anak telah berusia lebih dari 2 tahun dan dilakukan 2 kali dengan interval 6-12 bulan. Selain imunisasi, salah satu hal penting yang harus dilakukan oleh masyarakat supaya tidak terjangkit penyakit ini adalah menjaga higiene dan sanitasi makanan, badan, pakaian, dan lingkungan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar